Produk Saturnus Software bersifat menyeluruh dan terpadu

Saturnus software adalah sebuah perusahaan pengembang software untuk perusahaan kecil menengah dan koperasi , dimana fokus kami adalah mengembangkan software aplikasi bisnis terintegrasi berbasis web dengan teknologi clientserver dengan menggunakan Mysql sebagai basisdatanya.

Produk Saturnus Software bisa diakses kapan saja dan dimana saja

Produk komersial Saturnus Software adalah produk berbasis web sehingga anda bisa mengakses data anda kapan saja , dimana saja dan dengan perangkat apa saja asalkan bisa terkoneksi dengan internet , Produk saturnus software merupakan solusi cloud computing yang terjangkau bagi pelaku usaha kecil menengah dan koperasi.

Produk Saturnus Software mengakomodasikan perkembangan usaha anda dimasa depan

Produk Saturnus software mengakomodasikan perkembangan usaha dimasa depan , artinya pertambahan jumlah data , jumlah cabang perusahaan , jumlah department , jumlah pengguna bisa ditangani dengan baik oleh sistem.

Produk Saturnus Software menggunakan client windows dan server linux yg aman

Produk Saturnus software menggunakan client windows /linux dan server linux untuk menyimpan database mysql untuk memastikan bahwa data anda selamat dan aman.

Produk Saturnus Software membantu anda mengendalikan perusahaan kapan saja dan dimana saja

Produk saturnus Software adalah produk berkualitas dari kami untuk membantu anda yang menginginkan kendali penuh atas perusahaan anda kapan saja dan dimana saja.Semua produk saturnus software saat ini masih dalam tahap penelitian ,perancangan dan pengembangan dan belum di lancarkan dipasaran. Mudah mudahan dalam waktu dekat bisa selesai.

Selamat datang di Blogsite Saturnus Software

Saturnus Software adalah sebuah perusahaan pengembang piranti lunak / software untuk perusahaan kecil menengah dan koperasi , dimana fokus kami adalah mengembangkan software aplikasi bisnis terintegrasi yang berbasis web dengan teknologi client server dan menggunakan Mysql sebagai basisdatanya. Misi Kami adalah mengembangkan beberapa software aplikasi bisnis terintegrasi dengan karakteristik menyeluruh untuk setiap bagian tapi masih dalam satu kesatuan yg berhubungan. Software yg kami kembangkan juga mengakomodasikan perkembangan usaha dimasa depan , artinya pertambahan jumlah data , jumlah cabang perusahaan , jumlah department , jumlah pengguna bisa ditangani dengan baik oleh sistem. Memperhatikan keselamatan dan keamanan data , harga yang terjangkau dan bisa diadaptasikan untuk berbagai jenis usaha juga menjadi pertimbangan kami dalam pengembangan software ini.Semua produk saturnus software saat ini masih dalam tahap penelitian ,perancangan dan pengembangan dan belum di lancarkan dipasaran. Mudah mudahan dalam waktu dekat lagi bisa selesai.

Senin, 31 Maret 2014

ASET BMT Capai Rp15 Triliun


Solopos.com, SOLO — Minggu, 21 Juli 2013 06:22 WIB -Total aset koperasi baitul mal wa tamwil (BMT) di seluruh Indonesia mencapai kisaran nilai Rp15 triliun.
Aset ini dinilai sudah mampu menopang secara signifikan pertumbuhan ekonomi nasional dengan menggerakkan para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
Ketua Pusat Inkubasi Bisnis Usaha Kecil (Pinbuk) Indonesia, Aslichan  Burhan, menyampaikan saat ini di Indonesia ada sekitar 3.000 kantor BMT yang tersebar di berbagai pelosok daerah.  Dia mengakui, BMT yang bermain di ranah sektor UMKM, memang saat ini mendapat persaingan ketat dari industri bank dan bank perkreditan rakyat (BPR).
Bank dan BPR sama-sama mulai garap sektor UMKM.
“Tapi kami tidak takut dengan bank dan BPR. BMT masih bisa bermain dengan plafon pinjaman di kisaran nilai Rp2 juta hingga Rp5 juta. Dan segmen ini pasarnya sangat pesar. Lain dengan bank atau BPR, paling tidak untuk kredit mikro masih berada di atas nilai Rp50 juta hingga Rp100 juta,” kata Aslichan, di sela-sela Seminar dan Pengukuhan Pusat Koperasi BMT Soloraya, di salah satu rumah makan di Kota Solo, akhir pekan kemarin.
Selain dibentuk Pusat Koperasi BMT, pada kesempatan itu dibentuk pula asosiasi BMT seluruh Indonesia (Absindo) dan Pinbuk Soloraya. Sementara itu, Ketua Pinbuk Soloraya terpilih, Farid Riskon  menyampaikan pembentukan Pinbuk, Puskop BMT, dan Asbindo di Soloraya bertujuan untuk memperkuat kelembagaan selain untuk memudahkan akses bagi pengelola BMT, khususnya mencari permodalan. Di Soloraya, kata dia, saat ini ini ada sekitar 125 BMT yang total asetnya berkisar Rp300 miliar hingga Rp500 miliar.

Sejarah berdirinya pinbuk

Pusat Inkubasi Bisnis Usaha Kecil (PINBUK) atau Center for Micro Enterprise Incubation didirikan pada tanggal 13 Maret 1995 di Jakarta oleh Prof. DR. B.J. Habibie Ketua Umum ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia), alm. K.H. Hasan Basri Ketua Umum MUI (Majelis Ulama Indonesia) dan Zainul Bahar Noor, SE.
Direktur Utama Bank Muamalat Indonesia (BMI) PINBUK didirikan karena adanya tuntutan yang cukup kuat dari masyarakat yang menginginkan adanya perubahan dalam struktur ekonomi masyarakat yang dikuasai oleh beberapa gelintir golongan tertentu, utamanya dari ekonomi konglomerasi kepada ekonomi yang berbasis masyarakat banyak.
Latar Belakang
Ketika konsep “trickle down effect” diluncurkan, diharapkan menjadi solusi atas kesenjangan dan ketimpangan ekonomi di Indonesia. Ternyata harapan itu tidak terwujud, data kemiskinan setiap tahun dari BPS dan berbagai lembaga lain menunjukkan bahwa kemiskinan di negeri tercinta masih cukup signifikan. Sementara itu data dan fakta juga menunjukkan bahwa usaha mikro kecil-lah yang terbukti bisa bertahan di masa krisis, kinerjanya sepanjang tahun juga menggambarkan lebih besar dari aspek jumlah, kontribusi dalam penyerapan tenaga kerja hingga dalam pendapatan domestik bruto dibanding usaha besar, sehingga strategi penanggulangan kemiskinan melalui pemberdayaan usaha mikro kecil merupakan pilihan strategis yang semestinya dikembangkan secara sistematis dan simultan.
Besarnya jumlah penduduk miskin dan unit usaha mikro mengharuskan penanggulangan kemiskinan dan pengembangan usaha mikro sebagai prioritas utama dalam pelaksanaan pembangunan nasional.
Dalam hal ini, PINBUK didirikan sejak 1995 dengan mengembangkan model Lembaga Keuangan Mikro – Baitul Maal wat Tamwil (LKM BMT) sebagai strategi pemberdayaan masyarakat melalui penumbuhkembangan keswadayaan dan kelembagaan sosial ekonomi yang dapat menjangkau dan melayani lebih banyak unit usaha mereka yang tidak mungkin dijangkau langsung oleh perbankan umum.
PBB melalui “Millenium Development Goals (MDGs)” telah mentargetkan penurunan kemiskinan hingga tahun 2015 sebesar 50% dari 1,5 milyar jumlah penduduk miskin dunia saat ini melalui layanan Lembaga Keuangan Mikro (LKM). Demikian juga Indonesia, pada tanggal 26 Februari 2005 Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono, telah mencanangkan tahun 2005 sebagai Tahun Keuangan Mikro Indonesia. Hal ini semakin mengukuhkan apa yang sudah dan sedang terus dilakukan oleh PINBUK selama ini melalui pengembangan merupakan strategi yang tepat dalam pemberdayaan masyarakat.

400 Praktisi BMT Kumpul di Yogya

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Selasa, 06 November 2012-Sedikitnya 400 praktisi Baitul Maal Watamwil (BMT) se-Indonesia yang tergabung dalam Perhimpunan BMT (PBMT) berkumpul di Yogyakarta selama tiga hari di ajang BMT Summit 2012, (5-8/11).

Para Praktisi ini merupakan perwakilan dari 206 BMT se-Indonesia. Mereka membahas berbagai isu dan masalah menyangkut pengelolaan dan pengembangan BMT ke depan.

Ketua Umum PBMT Indonesia Jularso mengatakan, BMT Summit adalah ajang silaturami perhimpunan BMT untuk memperkuat jati diri koperasi syariah tersebut. "Jatidiri PBMT Indonesia adalah sebuah lembaga dakwah. Yaitu sebagai lembaga dakwah yang berdasar syariah," tandasnya Selasa (6/11).

Karena itu kata dia, aktivitas PBMT seluruhnya harus tunduk kepada prinsip-prinsip dan aturan main syariah. Selain itu,  PBMT adalah Lembaga Keuangan Mikro (LKM) maka  PBMT harus  menjadi motor penggerak sektor usaha mikro dan usaha kecil (UMK).

Dan sebagai lembaga Maal, lanjutnya  PBMT  harus bisa menjadi salah satu alat pemberdayaan kaum miskin dengan skema-skema tertentu yang tak berdasar perhitungan bisnis atau keuangan. Karena itulah PBMT adalah bagian dari gerakan Koperasi Indonesia.

Menurutnya pada kegiatan ini juga akanditandatangani kerjasama antar anggotaPBMT terkait standardisasi pedoman operasional BMT.

OJK: Ekonomi Indonesia Butuh BMT

REPUBLIKA.CO.ID, YOGAKARTA --Selasa, 06 November 2012,- Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Indonesia,  Mulyaman D. Hadad  mengatakan bahwa posisi BMT dari tahun ke tahun akan menjadi amat penting bagi perekonomian Indonesia.

Pasalnya banyak masyarakat Indonesia yang tidak mengakses lembaga keuangan. Hal ini kata dia, merupakan celah penting bagi BMT untuk membantu peningkatan kesejahteraan mereka.
“Peran BMT sebagai lembaga  islam dalam ekonomi ini, sekaligus juga menegaskan bahwa yang namanya memperjuangkan syariah bisa dilakukan di bidang ekonomi," terangnya.

Sementara itu Ma’ruf Amin,  Ketua Dewan Syariah Nasional (DSN) MUI dalam kesempatan yang sama menjelaskan, dalam UU Koperasi yang baru peran dan fungsi BMT belum begitu jelas, sehingga membutuhkan regulasi baru maupun regulasi penjelas guna menjamin keberadaan BMT dalam perekonomian nasional. 

Selain itu kata dia, juga dibutuhkan peningkatan peran BMT di masyarakat dengan memperbesar  share ekonomi syariah, meningkatkan kapasitas SDM, dan menguatkan dengan regulasi

Inkopsyah BMT Targetkan Jadi Koperasi Terbesar

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO -- Induk Koperasi Syariah (Inkopsyah) BMT menargetkan dapat menjadi salah satu koperasi syariah terbesar di Indonesia. Keinginan tersebut nampaknya bukan impian semata mengingat aset yang berhasil dibukukan Rp 158 miliar di akhir 2012. Angka tersebut tumbuh 54 persen dibanding pada 2011 sebesar Rp 102 miliar.

Ketua Inkopsyah BMT, Abdullah Yazid, optimistis Inkopsyah BMT mampu menjadi seperti induk koperasi kredit (Inkopdit) yang saat ini asetnya sudah mencapai Rp 15 triliun. "Untuk mencapai aset tersebut, konsolidasi antar anggota BMT selalu dilakukan serta mendorong BMT masuk dalam APEX Syariah," ujarnya dalam siaran pers yang diterima ROL, Rabu (6/3).

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Syarifudin Hasan dalam sambutannya yang diwakili Staf Ahli Menteri, M Taufik, mengatakan pemerintah bertujuan mengembangkan sebuah koperasi besar. Apalagi selama ini dalam penilaian International Cooperative Alliance (ICC) belum ada satu pun koperasi Indonesia masuk dalam daftar koperasi berkelas internasional. Untuk itu, Taufik yakin Inkopsyah dan Inkopdit akan menjadi perwakilan Indonesia untuk masuk daftar ICC.

"Saya yakin Inkopsyah yang bersinergi dengan Asosiasi BMT Se-Indonesia (Absindo) dan Apex Syariah mampu mewujudkan cita-cita itu," ucapnya.

Pembinaan dan pengawasan koperasi syariah harus terus dilakukan termasuk dalam pemanfaatan teknologi informasi. Taufik mengatakan Lembaga Pembiayaan Dana Bergulir – Usaha Kecil dan Menengah (LPDB-UKM) siap menawarkan Rp 1,5 triliun dana yang bisa diakses oleh BMT anggota Inkopsyah. Dia berharap dana tersebut bisa terserap minimal 50 persen. Mekanisme penyaluran akan segera dibuatkan antara LPDB KUKM dengan Inkopsyah BMT.

Dana Pihak Ketiga (DPK) Inkopsyah mengalami kenaikkan 190 persen menjadi Rp 95 miliar dari Rp 50 miliar di 2011. Kenaikan DPK tersebut berasal dari LPDB Rp 30 miliar dan bank syariah Rp 45 miliar. Peningkatan DPK tersebut menunjukkan kualitas pelayanan atau pembiayaan yang diterima oleh Inkopsyah sudah membaik.

Penyaluran dana Inkopsyah masih didominasi para anggota di pulau Jawa, yaitu 74 persen ke Jawa Tengah, 67 persen ke Jawa Barat dan 51 persen ke Jakarta. Sementara penyaluran dana Inkopsyah di Sumatera didominasi Lampung sebesar 84 persen, disusul Sumatera selatan sebesar 67 persen.